Selamat Datang

di

KULIAH metode"C.H.A.T"

CEPAT_HEMAT_AKRAB_TERPADU

Membanggakan Kesuksesan orang lain, jauh lebih buruk daripada menyesali Kegagalan sendiri. Jadilah pribadi yang mandiri, tinggalkan Kegagalan, kejarlah Sukses dengan belajar.

Your good deeds are not the reason of others to respect you. Mistakes of others is not also a reason for you to punish him

[by : Parel]

Cara membuat SUARA tidak bermasalah

Suara yang dimiliki seseorang adalah sesuatu yang unik, sama seperti halnya sidik jari. Untuk itu suara harus dijaga agar tetap sehat dan terbebas dari segala masalah. Beberapa pekerjaan seperti penyanyi, guru, dokter, perawat, pengacara, orang yang berjualan atau pembicara memiliki tuntutan yang besar pada suaranya. Tapi hal-hal tertentu bisa membuat seseorang rentan mengalami masalah pada suaranya.



Bronkientasis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernapasan yang besar. Bronkiektasis bukan merupakan penyakit tunggal, dapat terjadi melalui berbagai cara dan merupakan akibat dari beberapa keadaan yang mengenai dinding bronkial, baik secara langsung maupun tidak, yang mengganggu sistem pertahanannya. Keadaan ini mungkin menyebar luas, atau mungkin muncul di satu atau dua tempat.

Secara khusus, bronkiektasis menyebabkan pembesaran pada bronkus yang berukuran sedang, tetapi bronkus berukuran kecil yang berada dibawahnya sering membentuk jaringan parut dan menyempit. Kadang-kadang bronkiektasis terjadi pada bronkus yang lebih besar, seperti yang terjadi pada aspergilosis bronkopulmoner alergika (suatu keadaan yang disebabkan oleh adanya respon imunologis terhadap jamur Aspergillus).

Dalam keadaan normal, dinding bronkus terbuat dari beberapa lapisan yang ketebalan dan komposisinya bervariasi pada setiap bagian dari saluran pernapasan. Lapisan dalam (mukosa) dan daerah dibawahnya (submukosa) mengandung sel-sel yang melindungi saluran pernapasan dan paru-paru dari zat-zat yang berbahaya.


Sel-sel ini terdiri dari:


  • sel penghasil lendir
  • sel bersilia, yang memiliki rambut getar untuk membantu menyapu partikel-partikel dan lendir ke bagian atas atau keluar dari saluran pernapasan
  • sel-sel lainnya yang berperan dalam kekebalan dan sistem pertahanan tubuh, melawan organisme dan zat-zat yang berbahaya lainnya.

Pada bronkiektasis, daerah dinding bronkus rusak dan mengalami peradangan kronis, dimana sel bersilia rusak dan pembentukan lendir meningkat. Ketegangan dinding bronkus yang normal juga hilang. Area yang terkena menjadi lebar dan lemas dan membentuk kantung yang menyerupai balon kecil. Penambahan lendir menyebabkan kuman berkembang biak, yang sering menyumbat bronkus dan memicu penumpukan sekresi yang terinfeksi dan kemudian merusak dinding bronkus.

Peradangan dapat meluas ke kantong udara kecil (alveoli) dan menyebabkan bronkopneumonia, jaringan parut dan hilangnya fungsi jaringan paru-paru. Pada kasus yang berat, jaringan parut dan hilangnya pembuluh darah paru-paru dapat melukai jantung. Peradangan dan peningkatan pembuluh darah pada dinding bronkus juga dapat menyebabkan batuk darah. Penyumbatan pada saluran pernapasan yang rusak dapat menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah.

Pencegahan

Menghindari udara beracun, asap (termasuk asap rokok) dan serbuk yang berbahaya (seperti bedak atau silika) dapat mencegah bronkiektasis atau mengurangi beratnya penyakit. Masuknya benda asing ke saluran pernapasan dapat dicegah dengan: - memperhatikan apa yang dimasukkan anak ke dalam mulutnya - menghindari kelebihan dosis obat dan alkohol - mencari pengobatan medis untuk gejala neurologis (seperti penurunan kesadaran) atau gejala saluran pencernaan (seperti regurgitasi atau batuk setelah makan). Tetes minyak atau tetes mineral untuk mulut atau hidung jangan digunakan menjelang tidur karena dapat masuk ke dalam paru.

Misalnya virus flu, batuk dan pilek bisa menyebabkan terjadinya laringitis yang membuat suara menjadi serak atau abnormal. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa membantu menjaga suara tetap sehat, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (2/9/2011) yaitu:


  1. Mengonsumsi air yang cukup, karena menjaga tubuh tetap terhidrasi akan membuat tenggorokan juga terhidrasi sehingga mencegah terjadinya kekeringan yang memicu iritasi.
  2. Bernapas dengan benar, bernapas dari diafragma bisa membantu melindungi suara. Jika seseorang berbicara atau bernyanyi tanpa dukungan napas yang benar maka ia meletakkan beban yang besar pada suara.
  3. Jangan berlebihan menggunakan suara, usahakan untuk menghindari kebiasaan berteriak, menjerit atau bersorak. Peningkatan volume suara yang signifikan bisa menyebabkan kerugian pada suara, jika tenggorokan sudah terasa kering, lelah atau suara serak, maka berhentilah berbicara.
  4. Melakukan pemanasan terlebih dahulu jika akan banyak berbicara, kebanyakan orang tahu hanya penyanyi yang melakukan pemanasan padahal pengajar atau orang yang berpidato juga butuh pemanasan. Cobalah bersuara dari nada rendah ke tinggi pada suara vokal yang berbeda.
  5. Pastikan mendapatkan nutrisi yang tepat, jika akan banyak menggunakan suara maka hindari makanan asin, manis dan pedas, serta hindari alkohol dan kafein karena membuat tubuh memerlukan banyak air untuk memetabolismenya.
  6. Jangan merokok, karena rokok bisa menghalangi kemampuan bernapas yang benar dan bisa mengiritasi tenggorokan.
  7. Hindari penggunaan obat kumur karena mengandung alkohol dan bahan kimia lain yang bisa mengiritasi tenggorokan. Jika memang harus berkumur, cobalah mengganti dengan larutan garam ketimbang obat kumur.
  8. Hindari batuk terlalu keras karena bisa merusak jaringan halus pada lipatan suara. Selain itu berdehem terlalu sering juga menimbulkan gesekan antara udara dan selaput lendir di saluran napas yang meningkatkan dan menyebabkan pembengkakan serta peradangan.


Gejalanya bisa berupa: - batuk menahun dengan banyak dahak yang berbau busuk - batuk darah - batuk semakin memburuk jika penderita berbaring miring - sesak napas yang semakin memburuk jika penderita melakukan aktivitas - penurunan berat badan - lelah - clubbing fingers (jari-jari tangan menyerupai tabuh genderang) - wheezing (bunyi napas mengi/bengek) - warna kulit kebiruan - pucat - bau mulut.

Bronkiektasis bisa disebabkan oleh:


  • Infeksi pernapasan : Campak, Pertusis, Infeksi adenovirus, Infeksi bakteri contohnya Klebsiella, Staphylococcus atau Pseudomonas
  • Influenza : Tuberkulosa, Infeksi jamur, Infeksi mikoplasma.
  • Penyumbatan bronkus : Benda asing yang terisap, Pembesaran kelenjar getah bening, Tumor paru, Sumbatan oleh lender
  • Cedera penghirupan : Cedera karena asap, gas atau partikel beracun, Menghirup getah lambung dan partikel makanan
  • Keadaan genetic : Fibrosis kistik, Diskinesia silia, termasuk sindroma Kartagener, Kekurangan alfa-1-antitripsin.
  • Kelainan imunologik ; Sindroma kekurangan immunoglobulin, Disfungsi sel darah putih, Kekurangan koplemen, Kelainan autoimun atau hiperimun tertentu seperti rematoid artritis, kolitis ulserativa.
  • Keadaan lain : Penyalahgunaan obat (misalnya heroin), Infeksi HIV, Sindroma Young (azoospermia obstruktif), Sindroma Marfan.

Pengobatan

Pengobatan dengan imunoglobulin pada sindroma kekurangan imunoglobulin mencegah infeksi berulang yang telah mengalami komplikasi.Penggunaan anti peradangan yang tepat (seperti kortikosteroid), terutama pada penderita bronkopneumonia alergika aspergilosis, bisa mencegah kerusakan bronkus yang akan menyebabkan terjadinya bronkiektasis. Tujuan dari pengobatan adalah mengendalikan infeksi dan pembentukan dahak,membebaskan penyumbatan saluran pernapasan serta mencegah komplikasi.

Pengobatan dapat dilakukan dengan cara :


  1. Drainase postural yang dilakukan secara teratur setiap hari, merupakan bagian dari pengobatan untuk membuang dahak. Seorang terapis pernapasan bisa mengajarkan cara melakukan drainase postural dan batuk yang efektif.
  2. Untuk mengatasi infeksi seringkali diberikan antibiotik, bronkodilator Dan ekspektoran.
  3. Bronkoskopi dapat digunakan untuk menemukan dan mengobati penyumbatan bronkus sebelum timbulnya kerusakan yang berat.
  4. Pengangkatan paru melalui pembedahan dilakukan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat atau pada penderita yang mengalami perdarahan hebat.
  5. Imunisasi campak dan pertusis pada masa kanak-kanak membantu menurunkan angka kejadian bronkiektasis.
  6. Vaksin influenza berkala membantu mencegah kerusakan bronkus oleh virus flu. Vaksin pneumokok membantu mencegah komplikasi berat dari pneumonnia pneumokok.
  7. Minum antibiotik dini saat infeksi juga mencegah bronkiektasis atau memburuknya penyakit.

Walau banyak orang bilang :  'Diam lebih banyak menjelaskan banyak hal' bahkan dianggap 'mutiara', tetaplah jaga suara anda, agar tidak bermasalah

Enhanced by Zemanta
Share this article :
 

Poskan Komentar

Saran-Kritik-Komentar Anda sangat bermanfaat.
Terima Kasih Telah Bergabung.

Info Terkait

Pengikut

 
Creating Website : Johny Template - Mas Template
Copyright © 2011. KULIAH via BLOG - All Rights Reserved
Template Created n Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger