Selamat Datang

di

KULIAH metode"C.H.A.T"

CEPAT_HEMAT_AKRAB_TERPADU

Membanggakan Kesuksesan orang lain, jauh lebih buruk daripada menyesali Kegagalan sendiri. Jadilah pribadi yang mandiri, tinggalkan Kegagalan, kejarlah Sukses dengan belajar.

Your good deeds are not the reason of others to respect you. Mistakes of others is not also a reason for you to punish him

[by : Parel]

Bank Raksasa Eropah Tumbang, Bisnis Kanada Cemerlang

DLB_1954Image by Dave Bezaire & Susi Havens-Bezaire via Flickr

Perekonomian Eropa hingga saat ini belum menunjukan sebuah kondisi yang positif. Angan-angan semu yang hadir beberapa waktu lalu rupanya belum dapat terealisasi, mengingat Uni Eropa dan para pemimpin Eropa masih belum sepakat terhadap rencana kebijakan bail out terhadap krisis sektor finansial yang terjadi di Yunani.

Bola salju semakin besar, dan membuat ancaman terhadap sektor finansial Eropa semakin luas. Kini, penderitaan terhadap sektor finansial dan perbankan bukan lagi dialami oleh negara-negara yang sedang mengalami krisis, tapi juga telah merambat ke negara-negara yang masih memiliki perekonomian cukup kokoh.

Dalam beberapa hari terakhir, bank-bank di negara besar Eropa seperti Deutsche Bank di Jerman, UBS AG di Swiss dan Dexia Bank di Belgia telah mengumumkan adanya prediksi terjadinya kerugian selama kuartal ketiga tahun ini.

Perbankan Raksasa Eropa Mulai Merugi Meski tidak mengalami langsung krisis sektor finansial seperti yang terjadi pada Yunani, Portugal dan Italia, bank-bank Eropa dalam kenyataan juga secara langsung terkena imbas. 

Deutsche Bank-LogoImage via WikipediaPentingnya peran bank-bank besar Eropa dalam sektor perbankan di negara-negara krisis, membuat potensi kerugian yang dialami sangat mungkin terjadi. Apalagi diantara bank-bank besar tersebut telah bermain di sektor perbankan negara-negara krisis yang ditunjukan oleh pembangunan cabang-cabang bank hampir di seluruh negara di Eropa. 

Deutsche Bank, salah satu bank terbesar di Jerman pada hari ini (5/10) merilis prediksi akan adanya penurunan profit menjadi 10 miliar euro selama kuartal ketiga. Prediksi tersebut didasari oleh adanya laporan tertahannya dana sebesar 250 juta euro akibat kredit macet yang terjadi di Yunani. 

Kepastian mengenai jumlah pendapatan Deutsche Bank selama kuartal ketiga akan dilaporkan pada 25 Oktober mendatang. Namun menjelang pengumuman tersebut, pihak Deutsche Bank sendiri melalui juru bicaranya, Armin Niedermeier menyatakan bahwa upaya penanggulangan dampak kerugian yang semakin besar, perusahaan akan melakukan beberapa tahap efisiensi, yang salah satunya ialah dengan mem-PHK sebanyak 500 orang pekerja. 

Para pengamat menilai bahwa langkah tersebut menandakan jika dampak krisis ekonomi yang terjadi di beberapa negara di Eropa telah akut, dan sulit diatasi dalam jangka pendek. Upaya instant seperti yang dilakukan oleh Deutsche Bank tersebut dinilai sangat logis. 

Kondisi yang hampir sama juga dialami oleh UBS AG yang dalam beberapa waktu terakhir diprediksi akan mengalami lagi kerugian di kuartal ketiga ini. Periode tiga bulan terakhir merupakan saat-saat yang berat bagi bank terbesar di Swiss tersebut. 

Serangan eksternal akibat dampak krisis sektor finansial di Yunani rupanya masih ditambah oleh adanya aksi fraud yang dilakukan oleh salah satu trader UBS AG, Kweku Adoboli, mendatangkan kerugian sebesar 2 miliar dollar. 

Aksi pemalsuan laporan keuangan dan penipuan tersebut bahkan menyebabkan diberhentikannya Oswald Grubel sebagai CEO pada 24 September lalu, dan digantikan oleh Kaspar Villiger

Seperti halnya Deutsche Bank, UBS AG pun juga mengambil langkah mengurangi jumlah pekerja sebagai upaya efisiensi pengeluaran. Bank tersebut sampai dengan Agustus lalu, sejak awal tahun telah mengurangi jumlah pekerja sebanyak 3.500 orang. 

Dampak dari imbas krisis ekonomi di beberapa negara Eropa juga telah memberikan pengaruh kepada salah satu bank di Belgi, Dexia Bank yang menyatakan bahwa selama kuartal ketiga tahun ini pihaknya diperkirakan akan mengalami kerugian hingga sebesar 4 miliar euro, sebuah level kerugian terbesar sepanjang sejarah.

Ancaman kerugian yang diterima oleh Dexia bank mendatangkan kekhawatiran pemerintah Belgia, yang secara tanggap langsung menaruh fokus kepada bank tersebut. Pemerintah Belgia melalui PM Yves Leterme menyatakan bahwa imbas krisis Yunani telah meluas, dan sektor perbankan Belgia harus diberi sebuat tameng untuk menahan ancaman krisis seperti yang terjadi pada Yunani. 

Pada hari ini, pihak pemerintah Belgia yang diwakili oleh Menteri Keuangan, Didier Reyndres akan bertemu dengan perwakilan Uni Eropa dan juga Menteri Keuangan Perancis, Francois Baroin guna membahas antisipasi kerugian yang diterima Dexia bank, berdasarkan aturan The European Banking Authority. 


Presiden AS Barack Obama pada Senin(27/9) mengeluh bahwa krisis keuangan Eropa menakutkan dunia dan berakar pada kegagalan zona euro untuk memperbaiki perbankan.
Obama menyebutkan gejolak zona euro sebagai salah satu faktor asing yang telah membantu memperlambat ekonomi Amerika, lapor AFP.

"Di Eropa ... Anda tahu, mereka belum sepenuhnya sembuh kembali dari krisis 2007 dan tidak pernah sepenuhnya menangani semua tantangan yang dihadapisistem perbankan mereka. Kondisi saat ini diperparah dengan apa yang terjadi di Yunani. Jadi mereka akan melalui krisis keuangan yang menakutkan dunia. Dan mereka berusaha untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab, namun tindakan tersebut tidak cukup secepat yang mereka perlukan" kata Obama di sebuah forum yang diselenggarakan oleh jaringan sosial LinkedIn.

Para pejabat AS telah menunjukkan tanda-tanda meningkatnya ketidaksabaran dengan pemimpin politik Uni Eropa karena kekhawatiran penyebaran penularan dari krisis zona euro. Menteri Keuangan AS Timothy Geithner mengatakan pekan lalu bahwa Amerika memiliki taruhan besar di Eropa untuk membantu menemukan "strategi yang lebih efektif" untuk mengatasi krisis keuangannya.

Saham Eropa dan AS naik pada Senin (26/9) dengan spekulasi dana bailout lebih ambisius untuk zona euro dan default (gagal bayar) teratur Yunani, meskipun kurangnya rincian dan penolakan oleh pejabat terus membuat perdagangan bergejolak. Tapi Jerman menembak jatuh langkah untuk meningkatkan dana penyelamatan utang Eropa, dan Yunani merana tanpa tanggal untuk kembalinya auditor yang memblokir pinjaman yang mereka butuhan untuk menghindari default.

Bursa saham Amerika Serikat rebound ditutuplebih tinggi pada Senin (12/9) waktu setempat (Selasa pagi WIB), mengabaikan masalah default (gagal bayar) Yunani, kata para dealer. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 68,99 poin (0,63 persen) menjadi ditutup pada 11.061,12. S&P 500 yang lebih luas naik 8,04 poin (0,70 persen) menjadi 1.162,27, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq menguat 27,10 poin (1,10 persen) menjadi 2.495,09.

Saham AS jatuh sekitar satu persen ketika pasar dibuka, menyusul penurunan tajam di bursa Eropa, kemudian melompat-lompat dan akhirnya membuat reli spektakuler dalam beberapa menit terakhir perdagangan, lapor AFP.

"Ini tidak seburuk seperti yang kita pikirkan ketika pada pagi hari," kata Hugh Johnson, kepala Hugh Johnson Advisors. Saham keuangan naik, dengan Bank of America naik 1,0 persen setelah mengatakan akan mengurangi 30.000 pekerjaan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi luas yang akan memotong lima miliar dolar AS dari biaya tahunan pada 2014.

JPMorgan Chase naik 1,1 persen, Goldman Sachs naik 0,7 persen dan Citigroup naik 0,8 persen. Konglomerat media McGraw-Hill melonjak 4,0 persen setelah mengumumkan bahwa ia akan dipecah menjadi dua perusahaan, satu untuk fokus pada penerbitan dan satu untuk menangani bisnis analisis pasar, termasuk lembaga pemeringkat Standard & Poor.

Saham pembuat chip NetLogic melonjak 50,8 persen setelah mengumumkan pihaknya akan diakuisisi oleh produsen semikonduktor Broadcom dalam kesepakatan 3,7 miliar dolar AS. Saham Broadcom merosot 1,1 persen.

Berkshire Hathaway, perusahaan investasi miliarder Warren Buffett, naik setelah taipan delapan puluh tahun itu memilih manajer hedge fund Ted Weschler, 50, untuk bergabung dengan tim yang akan segera menggantikan Buffett di pucuk pimpinan. Saham-B Berkshire yang diperdagangkan secara luas naik 2,2 persen.


Seiring dengan anjloknya ekonomi AS dan Eropa, Kanada - saudara muda AS - justru mengalami perkembangan yang sangat menjanjikan bagi para pelaku bisnis. Negara yang terletak di sebelah utara AS ini berhasil melejit dan dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai negara dengan iklim bisnis terbaik di dunia. 
Sementara ekonomi AS lumpuh oleh kekhawatiran mengenai resesi double-dip, dan Eropa masih harus berkutat dengan isu utang, ekonomi Kanada mengalami pertumbuhan yang menjanjikan. Negara dengan ekonomi sebesar 1,6 triliun dolar AS ini merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-9 di dunia. 

Pada 2010 lalu pertumbuhan ekonomi Kanada mencapai 3,1%, dan bank sentral Kanada memperkirakan bahwa ekonomi di 2011 ini akan mengalami pertumbuhan sebesar 2,4%.
Iklim bisnis yang prima di negara ini didukung dengan kondisi perbankan yang masih solid, jauh dibandingkan sektor perbankan AS dan Eropa yang sedang ketar-ketir dan mesti dibanjiri dengan dana penyelamatan besar-besaran. 

Bank-bank di Kanada seperti Royal Bank of Canada, Bank of Nova Scotia dan Bank of Montreal berhasil menghindari keharusan untuk di-bailout, dan tetap meraih keuntungan di masa krisis 2007 lalu. Bank-bank Kanada berhasil selamat dari krisis yang mengguncang sektor perbankan global, berkat keputusannya untuk tetap menjalankan operasi yang konservatif. 

Kanada naik tiga peringkat dari peringkat keempat pada tahun lalu juga karena didorong oleh membaiknya sektor perpajakan di Negara tersebut. Dari sisi bisnis, kebijakan perpajakan menjadi faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Pemerintah Kanada telah mengurangi pajak untuk perusahaan dan karyawan dalam usahanya untuk meningkatkan daya saing perusahaan-perusahan di Kanada. 

Sektor tenaga kerja di Kanada juga masih cukup solid meskipun ekonomi di negara ini memiliki keterkaitan yang cukup tinggi terhadap ekonomi AS. Tercatat bahwa Kanada merupakan pemasok minyak mentah terbesar ke AS, dan 75% dari ekspor Kanada diserap oleh AS tiap tahunnya.

Meskipun demikian, tingkat pengangguran di negara ini masih boleh dibilang moderat. Tingkat pengangguran di Kanada hanya sebesar 7,3% sementara pengangguran di AS mencapai angka 9% dan Eropa bahkan 10%. 

Sementara Kanada berhasil mengalami peningkatan posisi, Denmark yang memegang posisi puncak tahun lalu, tahun ini harus puas menempati peringkat kelima dari Negara dengan iklim bisnis terbaik, turun jauh empat peringkat. 

Jatuhnya Denmark dari posisi top didorong oleh anjloknya bursa saham di negara tersebut. Bursa saham di Denmark mengalami penurunan 14%, yang merupakan kinerja terburuk di antara 10 negara dengan iklim bisnis terbaik di dunia.

Forbes juga menemukan kenyataan bahwa kebebasan moneter relative di Denmark mengalami penurunan. Empat Negara Eropa yang tahun lalu menempati peringkat 20 besar juga mengalami penurunan peringkat. Keempat negara tersebut adalah Finlandia, Belanda, Jerman dan Islandia.

Peringkat AS juga mengalami penurunan ke posisi 10 dari posisi 9 tahun lalu. Negara ekonomi terbesar di dunia ini terbebani dengan kebijakan perpajakan baru yang lebih memberatkan bagi para pelaku bisnis. 

Tahun ini rate pajak perusahaan di AS mengalami kenaikan tajam, dan melampaui Jepang sehingga tingkat pajak perusahaan di AS menjadi yang paling tinggi di antara Negara-negara maju dunia. 

Satu hal yang menarik dari daftar negara dengan iklim bisnis terbaik dunia tahun 2011 ini adalah karena Irlandia memperoleh peringkat yang relatif tinggi. Irlandia berada di peringkat keempat meskipun Negara ini merupakan salah satu negara yang memiliki keuangan bermasalah.
Enhanced by Zemanta
Share this article :
 

Poskan Komentar

Saran-Kritik-Komentar Anda sangat bermanfaat.
Terima Kasih Telah Bergabung.

Info Terkait

Pengikut

 
Creating Website : Johny Template - Mas Template
Copyright © 2011. KULIAH via BLOG - All Rights Reserved
Template Created n Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger