Selamat Datang

di

KULIAH metode"C.H.A.T"

CEPAT_HEMAT_AKRAB_TERPADU

Membanggakan Kesuksesan orang lain, jauh lebih buruk daripada menyesali Kegagalan sendiri. Jadilah pribadi yang mandiri, tinggalkan Kegagalan, kejarlah Sukses dengan belajar.

Your good deeds are not the reason of others to respect you. Mistakes of others is not also a reason for you to punish him

[by : Parel]

Usaha Bawang Goreng

Fried shallots 日本語: バワンゴレン
Fried shallots 日本語: バワンゴレン (Photo credit: Wikipedia)
Kejelian melihat peluang usaha, itulah kelebihan seorang Ari Dianto dalam menjalankan usaha rumahan bawang goreng sejak 1996. Dengan modal kecil sebagiai modal awal sekitar Rp 100 ribu untuk membeli 10 kilogram bawang merah dari Brebes, Jawa Tengah, minyak goreng, dan plastik pembungkus, Ari kini mampu meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan.

Ari dan istrinya Sri Mulyanti mengaku sempat kesulitan berbisnis bawang goreng. Namun berkat ketekunan dan keseriusan, mereka kini menjadi pengusaha bawang goreng yang sukses di Bogor, Jawa Barat. "Untuk pemasaran Januari-Februari kita bisa memasarkan dua sampai tiga kwintal per hari. Pemasaran mencakup wilayah Jabotabek," ujar Ari yang hanya lulusan sekolah menengah atas belum lama berselang.

Selain bersama sang istri dalam berbisnis, Ari dibantu 10 karyawan yang berasal dari lingkungan tempat tinggalnya. Ari biasa memasarkan bawang goreng seharga Rp 35 ribu per kg. Guna meningkatkan jumlah konsumen, Ari melakukan pendekatan langsung ke sejumlah pedagang makanan yang membutuhkan bawang gorengseperti penjual bakso serta pengusaha katering.

Keberhasilan berbisnis juga dirasakan Erlismiati. Sejak 2000, ia eksis memasarkan sambal balado kentang hasil kreasi sendiri sebagai usaha rumahan yang dia rintis. Dengan modal awal sekitar Rp 300 ribu untuk pembelian bahan baku kentang, cabe giling, minyak goreng, dan peralatan dapur, Erlismiati kini mampu meraih omzet hingga Rp 10 juta per bulan. Bahkan, ia bisa mencapai keuntungan dua kali lipat pada hari-hari besar seperti Idulfitri dan Iduladha. "Resep saya ciptakan sendiri. Saya memakai pengawet alami yaitu kapur sirih," ujar wanita berusia 46 tahun ini.

Dalam menjalankan industri rumahan nya, Erlismiati sehari-hari kini dibantu oleh lima karyawan tetap dan delapan pegawai lepas yang berasal dari anggota keluarga maupun lingkungan rumahnya di Bekasi Utara, Jabar. Ia bermula memasarkan produknya dari kelompok pengajian dan acara silaturahmi keluarga. Namun, pemasaran hasil kreasi Erlismiati kini menjangkau Kalimantan, Bali, hingga Mekah, Arab Saudi. "Saya biasa menjual antara Rp 6.000 per ons atau Rp 60 ribu per kilogram," tutur Erlismiati. Ari Dianto dan Erlismiati adalah contoh suksek usaha rumahan yang mereka lakukan

(Sumber: Liputan6.com)
Enhanced by Zemanta
Share this article :
 

Poskan Komentar

Saran-Kritik-Komentar Anda sangat bermanfaat.
Terima Kasih Telah Bergabung.

Info Terkait

Pengikut

 
Creating Website : Johny Template - Mas Template
Copyright © 2011. KULIAH via BLOG - All Rights Reserved
Template Created n Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger