Selamat Datang

di

KULIAH metode"C.H.A.T"

CEPAT_HEMAT_AKRAB_TERPADU

Membanggakan Kesuksesan orang lain, jauh lebih buruk daripada menyesali Kegagalan sendiri. Jadilah pribadi yang mandiri, tinggalkan Kegagalan, kejarlah Sukses dengan belajar.

Your good deeds are not the reason of others to respect you. Mistakes of others is not also a reason for you to punish him

[by : Parel]

Cara Lain untuk Bahagia


Kebahagiaan batin membuat orang terhindar dari stres sehingga mendapatkan tubuh yang lebih sehat. Pria lebih mungkin merasa bahagia dalam pernikahannya, berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan memeluk, mencium juga dapat memprediksi kebahagiaan laki-laki, tetapi tidak bagi perempuan. Perempuan maupun laki-laki merasa makin bahagia jika semakin lama bersama.

Suatu penelitian menemukan bahwa kelembutan lebih penting bagi pria daripada perempuan, pria lebih mungkin merasa bahagia dalam hubungannya dan perempuan cenderung lebih puas dengan hubungan seksualnya. Laki-laki dan perempuan Jepang secara signifikan lebih bahagia dengan pernikahannya daripada orang Amerika, yang lebih bahagia dari Brasil dan Spanyol (direktur Kinsey Institute, Julia Heiman). Penelitian yang dilakukan di Indiana University ini melibatkan lebih dari 1.000 pasangan dari Amerika Serikat, Brasil, Jerman, Jepang, dan Spanyol yang telah menikah selama rata-rata 25 tahun. Para peserta beusia 40 hingga 70 tahun.

“Mungkin perempuan menjadi lebih puas dari waktu ke waktu karena harapannya berubah atau mengalami perubahan dalam kehidupannya seiring perkembangan anak-anak. Di sisi lain, mereka yang tidak begitu puas secara seksual mungkin tidak mempertahankan pernikahan begitu lama,” kata Heiman seperti dilansir Health.com,Rabu (28/12/2011).

Banyak indikator yang membuat setiap orang bahagia. Anda mungkin belum sanggup membeli mobil, belum bisa travelling ke luar negeri, atau belum memiliki kekasih. Tetapi tidak berarti Anda tidak bahagia. Tanpa Anda sadari, ternyata Anda memiliki banyak hal lain yang menjadi tanda bahwa Anda sebenarnya sangat bahagia.

Suatu penelitian terbaru menemukan, orang yang sangat terpengaruh dengan roman fiksi cenderung kurang berkomitmen dalam hubungannya sendiri. Meskipun kurang komitmen, yang menarik, orang-orang ini merasa senang dengan menganggap pasangannya sebagai teman. Jeremy L.Osborn, dari Albion College dalam penelitiannya terhadap 392 responden menikah menemukan, orang yang kepercayaannya kuat terhadap kisah roman di televisi atau layar lebar secara signifikan kurang berkomitmen dengan hubungan antarpasangan. Ada juga dari responden yang mencari orang lain sebagai alternatif atau memilih melajang.


Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam journal Mass Communication and Society, responden disurvei soal kebiasaannya menonton televisi dan bagaimana kepercayaannya terhadap kisah percintaan di televisi, serta kepuasan terhadap tayangan, harapan dan komitmen mereka dalam hubungannya. Responden juga diminta mengisi kuisioner berisi pernyataan seperti "televisi menayangkan cerita seperti yang terjadi dalam kehidupan nyata" dan "televisi membantu penontonnya memahami apa yang diharapkan dari sebuah hubungan".

Orang-orang yang sangat percaya drama romantis di televisi memiliki harapan tinggi dalam hubungannya. Mereka berharap hubungan asmaranya berjalan seperti keinginannya. Serta keinginan untuk dicintai pasangan secara berkualitas, termasuk mengorbankan kebebasan pribadi dan waktu. Namun, alasan ini cukup menjelaskan ketika harapan mereka tidak terpenuhi, mereka cukup puas hubungannya sekedar teman saja.


Ternyata, ada beberapa faktor, yang diungkapkan oleh berbagai penelitian, yang memainkan peran dalam tingkat kebahagiaan Anda. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah

  • Selalu tersenyum. Coba lihat foto-foto Anda saat masih kuliah. Apakah Anda cenderung tersenyum atau tertawa? Bila ya, kecenderungan Anda untuk bercerai kelak berkurang lima kali daripada mereka yang tampak kurang happy dalam foto-fotonya, begitu menurut studi baru dari DePauw University, di Greencastle, Indiana. Senyum yang positif bisa menarik orang-orang bahagia lain, bahkan menggaet pasangan.
  •  Punya saudara perempuan/ laki-laki. Orang-orang dengan setidaknya satu saudara perempuan/ laki-laki dilaporkan memiliki dukungan sosial yang lebih baik, lebih optimis, dan kemampuan mengatasi masalah, demikian menurut sebuah studi yang dipresentasikan di konferensi tahunan British Psychological Society. Saudara peempuan/ laki-laki tampaknya mampu mendorong komunikasi dan kedekatan di dalam keluarga.
  • Jarang nonton TVOrang-orang yang paling bahagia menonton TV 30 persen lebih singkat daripada mereka yang menghabiskan waktu lebih sering, demikian dilaporkan University of Maryland. Universitas ini menganalisa data dari lebih 45.000 orang Amerika selama 34 tahun. Mereka yang jarang nonton TV lebih suka menggunakan waktunya untuk bersosialisasi, membaca, atau menghadiri acara-acara keagamaan. Kebiasaan-kebiasaan ini membuat orang memiliki mood dan kesehatan yang lebih baik.
  • Memajang suvenir atau foto di meja kerjaBila Anda senang memajang foto-foto seusai liburan atau yang mengingatkan akan masa-masa menyenangkan, kemungkinan besar Anda lebih menghargai hidup dan lebih bahagia, kata Sonja Lyubomirsky, PhD, profesor bidang psikologi di University of California, Riverside. Kenangan manis tentang pertemuan keluarga atau liburan bersama teman-teman bisa mengingatkan Anda mengenai potensi kebahagiaan dan menjanjikan bahwa tak lama lagi Anda bisa mendapatkannya lagi.
  • Menjadikan olahraga sebagai prioritas. Orang yang gemar berolahraga mampu mengatasi stres dan cenderung merasa lebih puas dengan kehidupannya, demikian pendapat para peneliti Denmark. Dibandingkan dengan orang yang lebih suka bersantai-santai, orang yang rutin jogging kemungkinan stres dan ketidakpuasan dalam hidupnya menurun hingga 70 persen. Tetapi belum terlambat jika Anda ingin mengubah kebiasaan. Anda yang mulai berolahraga ringan (selama sekitar 17 - 34 menit sehari) akan mengalami peningkatan rasa bahagia.
  • Punya kehidupan cinta yang sehat. Ahli ekonom dari University of Warwick, Inggris, David Blanchflower, PhD, dan Andrew Oswald, PhD, mengatakan, keintiman fisik adalah faktor penting menuju kebahagiaan. Orang yang menikah cenderung berhubungan seks 30 persen lebih sering daripada yang masih lajang, yang bisa jadi merupakan alasan mengapa mereka lebih bahagia.
  • Berkumpul dengan orang-orang yang bahagia. Berkumpul dengan orang yang positif, tentu lebih baik daripada dengan orang yang negatif. Kerap bersosialisasi dengan orang-orang yang happy di lingkungan tempat tinggal akan meningkatkan kecenderungan Anda untuk menjadi bahagia. Seberapa sering Anda menghabiskan waktu bersama, juga memegang peranan. Menurut peneliti, orang yang tinggal sekitar 800 meter dari tetangga yang menyenangkan akan meningkatkan kebahagiaannya hingga 42 persen. Jika tetangga Anda tinggal lebih jauh (radius 3 km), peluangnya menurun hingga 22 persen. Penyebabnya, mungkin karena Anda jadi lebih jarang bertemu muka.
  • Menyukai cokelat/kopi/teh panas. Menurut studi dari Yale University, aroma yang khas dari kopi, teh, atau cokelat panas yang masih mengepul, juga mampu mengumpulkan perasaan yang positif. Hal ini disebabkan orang mengasosiasikan kehangatan fisik dengan kehangatan emosional. Cangkir hangat yang Anda pegang akan lebih memancarkan keramahan atau kehangatan pada yang lain, juga rasa lebih murah hati dan mempercayai.
  • Punya dua teman baik. Di antara 654 orang menikah, mereka yang mengatakan memiliki setidaknya dua teman baik (tidak selalu berarti pasangannya sendiri) lebih cenderung memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik. Meskipun begitu, memiliki teman lebih banyak tidak berarti Anda akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan daripada dua orang teman baik.

Enhanced by Zemanta
Share this article :
 

Poskan Komentar

Saran-Kritik-Komentar Anda sangat bermanfaat.
Terima Kasih Telah Bergabung.

Info Terkait

Pengikut

 
Creating Website : Johny Template - Mas Template
Copyright © 2011. KULIAH via BLOG - All Rights Reserved
Template Created n Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger