Selamat Datang

di

KULIAH metode"C.H.A.T"

CEPAT_HEMAT_AKRAB_TERPADU

Membanggakan Kesuksesan orang lain, jauh lebih buruk daripada menyesali Kegagalan sendiri. Jadilah pribadi yang mandiri, tinggalkan Kegagalan, kejarlah Sukses dengan belajar.

Your good deeds are not the reason of others to respect you. Mistakes of others is not also a reason for you to punish him

[by : Parel]

Mengenali Serangga Cantik Yang Menakutkan

Lepidoptera chrysalisImage by entophile via Flickr
Serangga dalam Sejarah

Serangga (disebut pula Insecta, dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti "berkaki enam")  Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi. Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap.

Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi. Keaneka-ragaman serangga telah terdapat pada periode Carboniferous (sekitar 300 juta tahun yang lalu). Pada periode Permian (270 juta tahun yang lalu) beberapa kelompok serangga telah menyerupai bentuk yang dijumpai sekarang. Sayap pada serangga mungkin pada awalnya berevolusi sebagai perluasan kutikula yang membantu tubuh serangga itu menyerap panas, kemudian baru menjadi organ untuk terbang. Pandangan lain menyarankan bahwa sayap memungkinkan hewan itu meluncur dari vegetasi ke tanah, atau bahkan berfungsi sebagai insang dalam seranggaakuatik. Hipotesis lain menyatakan bahwa sayap serangga berfungsi untuk berenang sebelum mereka berfungsi untuk terbang

Kemampuan Serangga

Salah satu alasan mengapa serangga memiliki keanekaragaman dan kelimpahan yang tinggi adalah kemampuan reproduksinya yang tinggi, serangga bereproduksi dalam jumlah yang sangat besar, dan pada beberapa spesies bahkan mampu menghasilkan beberapa generasi dalam satu tahun. Kemampuan serangga lainnya yang dipercaya telah mampu menjaga eksistensi serangga hingga kini adalah kemampuan terbangnya. Hewan yang dapat terbang dapat menghindari banyak predator, menemukan makanan dan pasangan kawin, dan menyebar ke habitat baru jauh lebih cepat dibandingkan dengan hewan yang harus merangkak di atas permukaan tanah. 

Umumnya serangga mengalami metamorfosis sempurna, yaitu siklus hidup dengan beberapa tahapan yang berbeda: telur, larva, pupa, dan imago. Beberapa ordo yang mengalami metamorfosis sempurna adalah Lepidoptera, Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera. Metamorfosis tidak sempurna merupakan siklus hidup dengan tahapan : telur, nimfa, dan imago. Peristiwa larva meniggalkan telur disebut dengan eclosion. Setelah eclosion, serangga yang baru ini dapat serupa atau beberapa sama sekali dengan induknya. Tahapan belum dewasa ini biasanya mempunyai ciri perilaku makan yang banyak. Pertumbuhan tubuh dikendalikan dengan menggunakan acuan pertambahan berat badan, biasanya dalam bentuk tangga dimana pada setiap tangga digambarkan oleh lepasnya kulit lama (exuvium), dimana proses ini disebut molting. Karena itu pada setiap tahapan, serangga tumbuh sampai dimana pembungkus luar menjadi terbatas, setelah ditinggalkan lagi dan seterusnya sampai sempurna

Banyak serangga yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu sebagai organisme pembusuk dan pengurai termasuk limbah, sebagai objek estetika dan wisata, bermanfaan pada proses penyerbukan maupun sebagai musuh alami hama tanaman, pakan hewan (burung) yang bernilai ekonomi tinggi, penghasil madu (dari genus Apis) dll

Aneka Ragam Serangga

Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan. Terdapat 5.000 spesies bangsa capung (Odonata), 20.000 spesies bangsa belalang (Orthoptera), 170.000 spesies bangsa kupu-kupu dan ngengat (Lepidoptera), 120.000 bangsa lalat dan kerabatnya (Diptera), 82.000 spesies bangsa kepik (Hemiptera), 360.000 spesies bangsa kumbang (Coleoptera), dan 110.000 spesies bangsa semut dan lebah(Hymenoptera).

Ordo Lepidoptera ketika fase larva memiliki tipe mulut pengunyah, sedangkan ketika imago memiliki tipe mulut penghisap. Adapun habitat dapat dijumpai di pepohonan. Ordo Collembola memiliki ciri khas yaitu memiliki collophore, bagian yang mirip tabung yang terdapat pada bagian ventral di sisi pertama segmen abdomen. Ada beberapa dari jenis ini yang merupakan karnivora dan penghisap cairan. Umumnya Collembolla merupakan scavenger yang memakan sayuran dan jamur yang busuk, serta bakteri, selain itu ada dari jenis ini yang memakan feses Artropoda, serbuk sari, ganggang, dan material lainnya.

Ordo Coleoptera memliki tipe mulut pengunyah dan termasuk herbivore. Habitatnya adalah di permukaan tanah, dengan membuat lubang, selain itu juga membuat lubang pada kulit pohon, dan ada beberapa yang membuat sarang pada dedaunan. Ordo Othoptera termasuk herbivora, namun ada beberapa spesies sebagai predator. Tipe mulut dari ordo ini adalah tipe pengunyah. Ciri khas yang dapat dijumpai yaitu sayap depan lebih keras dari sayap belakang. 
Ordo Dermaptera mempunyai sepasang antenna, tubuhnya bersegmen terdiri atas toraks dan abdomen. Abdomennya terdapat bagian seperti garpu. Ordo Diplura memiliki mata majemuk, tidak terdapat ocelli, dan tarsinya terdiri atas satu segmen. Habitatnya di daerah terrestrial, dapat ditemukan di bawah batu, di atas tanah, tumpukan kayu, di perakaran pohon, dan di gua. Ordo ini merupakan pemakan humus.

Ordo Hemiptera memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap. Ada beberapa yang menghisap darah dan sebagian sebagai penghisap cairan pada tumbuhan. Sebagian besar bersifat parasit bagi hewan, tumbuhan, maupun manusia. Ordo ini banyak ditemukan di bagian bunga dan daun dari tumbuhan, kulit pohon, serta pada jamur yang busuk.
Ordo Odonata memiliki tipe mulut pengunyah. Umumnya Ordo ini termasuk karnivora yang memakan serangga kecil dan sebagian bersifat kanibal atau suka memakan sejenis. Habitatnya adalah di dekat perairan. Biasanya ditemukan di sekitar air terjun, di sekitar danau, dan pada daerah bebatuan.

Sub kelas Diplopoda memiliki ciri tubuh yang panjang seperti cacing dengan beberapa kaki, beberapa memiliki kaki berjumlah tiga puluh atau lebih, dan segmen tubuhnya menopang dua bagian dari tubuhnya. Hewan jenis ini memiliki kepala cembung dengan daerah epistoma yang besar dan datar pada bagian bawahnya.Habitatnya adalah di lingkungan yang basah, seperti di bawah bebatuan, menempel pada lumut, di perakaran pohon, dan di dalam tanah. Tipe mulutnya adalah pengunyah. Beberapa dari jenis ini merupakan scavenger dan memakan tumbuhan yang busuk, selain itu ada beberapa yang merupakan hama bagi tanaman

Anatomi serangga

Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Fosil-fosilnya dapat dirunut hingga ke masa Ordovicius. Fosilkecoa dan capung raksasa primitif telah ditemukan. Sejumlah anggota Diptera seperti lalat dan nyamuk yang terperangkap pada getah juga ditemukan

Metamorfosis dan Morfologi Serangga
Hewan ini juga merupakan contoh klasik metamorfosis. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini seringkali sangat dramatis. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut proses pelungsungan. Tahap-tahap ini disebut instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya.

Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada (thorax), dan perut(abdomen).


Serangga-serangga Yang Menakjubkan

Serangga adalah hewan-hewan mungil namun menyimpan beraneka ragam keunikan. Serangga adalah hewan dengan spesies terbanyak di dunia. Ini jelas bukan berita bagus bagi mereka yang mengidap entomophobia, atau fobia terhadap serangga.

Seorang bekas jagawana yang sedang berwisata di Selandia Baru menemukan serangga terbesar di dunia: seekor weta. Bentangan sayapnya mencapai 18 cm, sementara bobotnya 3 kali bobot tikus. 

"Kami bertiga menyusuri pulau kecil ini selama dua malam, menyisir tetumbuhan guna mencari weta raksasa," kata Mark Moffett, 55. "Sudah berjam-jam kami habiskan tanpa hasil, sebelum akhirnya kami melihat serangga ini di atas pohon. Weta raksasa adalah serangga terbesar di dunia, dan yang kami temukan ini adalah yang terbesar yang pernah ada."

Kebanyakan orang tentu ketakutan begitu melihat weta raksasa — tapi Moffett justru meletakkan serangga itu di telapak tangannya dan memberinya wortel untuk dimakan. "Dia menikmati wortel yang saya beri, sepertinya dia cuek saja sedang berada di tangan kami," kata Moffett, yang sengaja memberi makan perlahan-lahan karena tidak mau ambil risiko membahayakan serangga itu. Setelah mengambil foto, Moffett pun menaruh kembali weta raksasa itu ke pohon. Weta berumur 180 juta tahun, sudah ada sebelum dinosarurus, tetapi sempat diperkirakan sudah punah.

2. Serangga Paling Cantik: Sunset Moth from Malagasy
sayap serangga ini sebenarnya tidak memiliki pigmentasi apapun. Warna yang muncul di sayapnya berasal dari refraksi cahaya dari pita-pita mikro pada sayapnya. Serangga ini aktif pada siang hari, ketika serangga dari family yang sama aktif pada malam hari. Mereka berasal dari Madagascar dan Amerika Selatan, dan sayapnya berganti warna dari biru ke hijau keemasan dan lalu ke warna kuning ketika dilihat dari sisi yang berbeda.

3. Semut Paling Berbahaya: Black Bulldog Ant of Australia
Secara literatur, semut ini diketahui pernah membunuh manusia. Serangga ini merupakan jenis yang paling primitif dari semua semut dan sangat agresif. Panjangnya sekitar 1 inchi dan dapat tumbuh hingga 2 inchi. Sesuai namanya, semut ini hanya ditemukan di Australia dan gerakannya pun sangat cepat.

4. Serangga Terbang Tercepat: Horse Fly
Serangga ini dapat terbang dengan kecepatan 90 MPH (miles per hour). Ia juga memiliki manuver yang sangat baik di udara. Ia dapat berbelok dan berganti arah dengan kecepatan cahaya. Ia juga memiliki mata yang sangat besar, dan dapat melihat dengan sudut hampir 360 derajat.

5. Serangga Terberat: Goliath Beetle
Serangga ini berasal dari keluarga scarab beetle, dan suka memakan tanaman mati. Ia memiliki panjang 2 hingga 4,3 inchi dan berat sekitar 3 hingga 3,5 oz (sekitar 28,35 gram). Mereka memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai dekomposer.

6. Serangga Paling Mengganggu: No-See-Um
Serangga ini merupakan lalat yang sangat kecil yang berkumpul dalam sebuah kelompok dan terbang dalam arah yang tidak jelas. Mereka dapat melewati celah-celah pintu atau jendela. Mereka biasanya hidup di tempat yang ada sumber airnya. Hanya yang betina yang menggigit dan menghisap darah, dengan tujuan mendapatkan protein untuk membesarkan telur-telurnya.

7. Serangga Terpanjang: Giant Stick Insect
Panjangnya sekitar 163 mm, dan jika dihitung ketika kakinya semua terentang, panjangnya menjadi 295 mm. Pada beberapa kasus, panjangnya bisa mencapai 20 inchi. Ada lebih dari 3.000 spesies dari serangga ini yang ditemukan, dan beberapa dari mereka memiliki sayap dan dapat terbang.

8. Serangga Ternyaring: Brevisana brevis
Spesies jangkrik ini bunyinya dapat terdengar hingga 1 mil jauhnya. Pada jarak dekat, bunyinya dapat mencapai 120 dB. Sebagai pembanding, musik pada diskotik ‘hanya’ berukuran 100 dB.

9. Serangga dengan Bentuk Teraneh: Thorn Bug
Ukuran dan warna serangga ini sangat bervariasi, namun biasanya, serangga dewasa berukuran tinggi sekitar 0,5 inchi dan berwarna hijau. Mereka ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan, Meksiko, dan Florida Selatan.

10. Serangga dengan Waktu Hidup Terlama: Queen of Termites
Serangga ini diketahui telah hidup selama 50 tahun. Mereka telah ada di bumi sejak 200 juta tahun yang lalu. Serangga ini memakan kayu-kayu kering dan menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah dibanding kebakaran dan badai. Ratunya dapat menelurkan 5.000–7.000 butir telur per hari.

11. Serangga Paling Merusak: Desert Locus
Jika rayap seperti di atas menyebabkan banyak kerusakan pada rumah, itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kerusakan yang dihasilkan oleh Desert Locus. Mereka masing-masing makan dengan ukuran yang sama dengan berat tubuhnya. Mereka memakan hampir semua jenis sayuran, dedaunan, bunga, padi, buah, dan biji-bijian. Tahun 2003-2005 merupakan periode penyerangan desert locus paling buruk di Afrika Barat. Mereka telah menginvasi lebih dari 20 negara, dan biaya yang telah dikeluarkan untuk memerangi mereka melebihi $400 juta. Kerusakan yang dihasilkan pada perkebunan bernilai lebih dari $2,5 milyar.



Sejauh ini, hanya tiga spesimen serangga baru telah ditemukan, semua dari Negara Malaysia Sabah di pulau Kalimantan. Datuk Chan memperoleh spesimen yang diketahui pertama dan terbesar (perempuan) dari seorang kolektor lokal. Dua lainnya spesimen dalam koleksi di Sabah.

Spesimen ini lebih dari 1cm lebih lama daripada pemegang rekor sebelumnya untuk panjang keseluruhan, yang merupakan tongkat-serangga disebutPhobaeticus serratipes ditemukan di Malaysia dan Indonesia. Tidak termasuk kakinya, Megastick Chan tindakan 35.7cm, memenangkan rekor dunia untuk tubuh serangga terpanjang. Ini mengalahkan pemegang gelar sebelumnya, oleh Phobaeticus kirbyi, dari Kalimantan, 2.9 cm.

"Kami sudah tahu tentang kedua dari pemegang rekor sebelumnya selama lebih dari seratus tahun, jadi sangat luar biasa bahwa spesies yang lebih besar baru saja ditemukan," kata Dr George Beccaloni, pakar tongkat-serangga di Museum. Meskipun hampir tidak ada yang diketahui tentang biologi dan ekologi dari serangga berukuran super, ia berpikir bahwa mungkin hidup di kanopi hutan hujan, sehingga sangat sulit untuk menemukan.  Ini adalah pikiran yang menyedihkan bahwa banyak spesies serangga lainnya spektakuler menghilang sebagai habitat mereka hancur, sebelum kita bahkan memiliki kesempatan untuk menemukan dan nama mereka. 

Telur dari Phobaeticus Chani tongkat-serangga. Ini memiliki sayap seperti ekstensi yang memungkinkan untuk hanyut dalam angin. Selain ukurannya, telur juga dapat menjadi unik dalam dunia serangga. Setiap kapsul telur memiliki sayap seperti ekstensi di kedua sisi seperti informan emas miniatur, yang memungkinkan mereka untuk melayang di angin saat wanita tetes mereka, sehingga membantu spesies menyebar.
3000 spesies

Ada sekitar 3000 spesies yang diketahui tongkat-serangga, terutama yang tinggal di daerah tropis dan subtropis. Meskipun mereka tidak alami terjadi di Inggris, tiga spesies dari Selandia Baru telah menjadi mapan di selatan-barat Inggris dan Kepulauan Scilly.
Inggris ilmuwan Dr Philip Bragg dijelaskan dan diberi nama ini tongkat-serangga dan rincian diterbitkan dalam jurnal Zootaxa.
Share this article :
 

Poskan Komentar

Saran-Kritik-Komentar Anda sangat bermanfaat.
Terima Kasih Telah Bergabung.

Info Terkait

Pengikut

 
Creating Website : Johny Template - Mas Template
Copyright © 2011. KULIAH via BLOG - All Rights Reserved
Template Created n Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger