Selamat Datang

di

KULIAH metode"C.H.A.T"

CEPAT_HEMAT_AKRAB_TERPADU

Membanggakan Kesuksesan orang lain, jauh lebih buruk daripada menyesali Kegagalan sendiri. Jadilah pribadi yang mandiri, tinggalkan Kegagalan, kejarlah Sukses dengan belajar.

Your good deeds are not the reason of others to respect you. Mistakes of others is not also a reason for you to punish him

[by : Parel]

Mewaspadai Guncangan Gempa Bumi Dunia

Penyebab terjadinya gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu.

Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.

 Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telahvlebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli .

Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori daritectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju.

Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa vulkanik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB,

Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi

Sejarah gempa bumi besar pada abad ke-20 dan 21
  • 11 Maret 2011, Gempa bumi di Jepang, 373 km dari kota Tokyo berskala 9,0 Skala Richter yang sebelumnya di revisi dari 8,8 Skala Richter, gempa ini juga menimbulkan gelombang tsunami di sepanjang pesisir timur Jepang
  • 26 Oktober 2010, Gempa bumi di Mentawai berskala 7.2 Skala Richter, korban tewas ditemukan hingga 9 November ini mencapai 156 orang. Gempa ini kemudian juga menimbulkan tsunami.
  • 16 Juni 2010, Gempa bumi 7,1 Skala Richter menggguncang Biak, Papua.
  • 7 April 2010, Gempa bumi dengan kekuatan 7.2 Skala Richter di Sumatera bagian Utara lainnya berpusat 60km dari Sinabang, Aceh. Tidak menimbulkan tsunami, menimbulkan kerusakan fisik di beberapa daerah, belum ada informasi korban jiwa.
  • 27 Februari 2010, Gempa bumi di Chili dengan 8.8 Skala Richter, 432 orang tewas (data 30 Maret 2010). Mengakibatkan tsunami menyeberangi Samudera Pasifik yang menjangkau hingga Selandia Baru, Australia, kepulauan Hawaii, negara-negara kepulauan di Pasifik dan Jepang dengan dampak ringan dan menengah.
  • 12 Januari 2010, Gempa bumi Haiti dengan episenter dekat kota Léogâne 7,0 Skala Richter berdampak pada 3 juta penduduk, perkiraan korban meninggal 230.000 orang, luka-luka 300.000 orang dan 1.000.000 kehilangan tempat tinggal.
  • 30 September 2009, Gempa bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari pergeseran patahan Semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7,9 Skala Richter (BMG Amerika) mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
  • 2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.
  • Sebagian jalan layang yang runtuh akibat gempa bumi Loma Prieta pada tahun 1989
  • 3 Januari 2009 - Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter di Papua.
  • 12 Mei 2008 - Gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter di Provinsi Sichuan, China. Menyebabkan sedikitnya 80.000 orang tewas dan jutaan warga kehilangan tempat tinggal.
  • 12 September 2007 - Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9 Skala Richter
  • 9 Agustus 2007 - Gempa bumi 7,5 Skala Richter
  • 6 Maret 2007 - Gempa bumi tektonik mengguncang provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Laporan terakhir menyatakan 79 orang tewas.
  • 27 Mei 2006 - Gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.
  • 8 Oktober 2005 - Gempa bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter di Asia Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500 orang tewas.
  • 26 Desember 2004 - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
  • 26 Januari 2004 - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang India dan merenggut lebih dari 3.420 jiwa.
  • 26 Desember 2003 - Gempa bumi kuat di Bam, barat daya Iran berukuran 6.5 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 41.000 orang tewas.
  • 21 Mei 2002 - Di utara Afganistan, berukuran 5,8 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.
  • 26 Januari 2001 - India, berukuran 7,9 pada skala Richter dan menewaskan 2.500 ada juga yang mengatakan jumlah korban mencapai 13.000 orang.
  • 21 September 1999 - Taiwan, berukuran 7,6 pada skala Richter, menyebabkan 2.400 korban tewas.
  • 17 Agustus 1999 - barat Turki, berukuran 7,4 pada skala Richter dan merenggut 17.000 nyawa.
  • 25 Januari 1999 – Barat Colombia, pada magnitudo 6 dan merenggut 1.171 nyawa.
  • 30 Mei 1998 - Di utara Afganistan dan Tajikistan dengan ukuran 6,9 pada skala Richter menyebabkan sekitar 5.000 orang tewas.
  • 17 Januari 1995 - Di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala Richter dan merenggut 6.000 nyawa.
  • 30 September 1993 - Di Latur, India dengan ukuran 6,0 pada skala Richter dan menewaskan 1.000 orang.
  • 12 Desember 1992 – Di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala richter dan menewaskan 2.500 orang.
  • 21 Juni 1990 - Di barat laut Iran, berukuran 7,3 pada skala Richter, merengut 50.000 nyawa.
  • 7 Desember 1988 - Barat laut Armenia, berukuran 6,9 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
  • 19 September 1985 - Di Mexico Tengah dan berukuran 8,1 pada Skala Richter, meragut lebih dari 9.500 nyawa.
  • 16 September 1978 - Di timur laut Iran, berukuran 7,7 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
  • 4 Maret 1977 - Vrancea, timur Rumania, dengan besar 7,4 SR, menelan sekitar 1.570 korban jiwa, diantaranya seorang aktor Rumania Toma Caragiu, juga menghancurkan sebagian besar dari ibu kota Rumania, Bukares (Bucureşti).
  • 28 Juli 1976 - Tangshan, Cina, berukuran 7,8 pada skala Richter dan menyebabkan 240.000 orang terbunuh.
  • 4 Februari 1976 - Di Guatemala, berukuran 7,5 pada skala Richter dan menyebabkan 22.778 terbunuh.
  • 29 Februari 1960 - Di barat daya pesisir pantai Atlantik di Maghribi pada ukuran 5,7 skala Richter, menyebabkan kira-kira 12.000 kematian dan memusnahkan seluruh kota Agadir.
  • 26 Desember 1939 - Wilayah Erzincan, Turki pada ukuran 7,9, dan menyebabkan 33.000 orang tewas.
  • 24 Januari 1939 - Di Chillan, Chili dengan ukuran 8,3 pada skala Richter, 28.000 kematian.
  • 31 Mei 1935 - Di Quetta, India pada ukuran 7,5 skala Richter dan menewaskan 50.000 orang.
  • 1 September 1923 - Di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala Richter dan merenggut sedikitnya 140.000 nyawa.
Akibat dari Gempa Bumi ini antara lain :  Bangunan roboh,  Kebakaran,  Jatuhnya korban jiwa,  Permukaan tanah menjadi merekat dan jalan menjadi putus,  Tanah longsor akibat guncangan,  Banjir akibat rusaknya tanggul dan  Gempa di dasar laut yang menyebabkan tsunami


Indonesia tergolong negara yang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami. Sedikitnya ada 13 wilayah yang paling rawan diayun gempa teknonik bahkan tsunami, karena berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Pakar Geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Lono Satrio mengatakan, wilayah itu secara geologis berada pada lempeng-lempeng yang membentuk yang membentuk zona gempa bumi. "Dinamika lempeng-lempeng tersebut membentuk zona gempa," kata dia dalam diskusi tentang kebencanaan dengan wartawan di Hotel The Pade, Banda Aceh, Sabtu (15/10/2011).

Wilayah yang rawan gempa adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua. Gempa bumi terjadi berawal dari gerakan lempeng benua yang mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi, sehingga menyebabkan penumpukan energi di zona tumbukan (subduksi) dan zona patahan yang menimbulkan  tekanan, tarikan dan geseran. Sementara Kalimantan, lanjut Satrio, masih tergolong wilayah aman dari gempa bumi.

Pada saat elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. "Proses ini menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi," sebut Lono.

Menurutnya, bencana gempa tidak dapat dicegah dan diprediksi namun kita hanya bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dengan melakukan mitigasi. Mitigasi gempa bisa dilakukan dengan membuat bangunan tahan gempa, tak mendirikan bangunan di atas atau bawah tebing.

Penting bagi Pemerintah juga untuk membuat Rancangan Tata Ruang dan Wilayah yang mempertimbang aspek kebencanaan, menyelenggarakan pendidikan dini tentang gempa, bencana dan bahayanya serta menyiapkan jalur evakuasi.

Lono melanjutkan, saat terjadi gempa, masyarakat yang berada di tempat-tempat umum yang ramai seperti di mal, bioskop atau hotel jangan pernah membuat kepanikan namun pilihlah cara menyelamatkan diri yang benar. Sementara Kepala Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar, Mata Ie Syahnan mengatakan, intensitas gempa di Aceh cukup tinggi. "Dalam sehari rata-rata terjadi tiga sampai lima kali gempa, tapi banyak yang tidak merasakan," kata dia. "Gempa ini tergolong gempa mikro, kekuatannya hanya di bawah 3 SR.”
Masyarakat pulau Bali kembali dikejutkan dengan gempa bumi berkekuatan 5,2 skala richter yang terjadi malam ini. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar gempa terjadi pukul 22.59 WITA. Hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat adanya kerusakan bangunan atau jatuhnya korban akibat gempa tersebut. BMKG setempat masih terus memantau pascagempa. Sementara itu, getaran gempa tidak hanya dirasakan warga Nusa Dua dan Kuta. Gempa ini juga terasa hingga Denpasar dan Kabupaten Badung. 

"Tadi saya rasakan ada gempa makanya saya ke luar rumah, meski demikian, gempa tersebut jauh lebih kecil dirasakan dibanding dengan gempa berkekuatan 6,8 SR yang juga melanda Bali pada 13 Oktober lalu." ujar Miftah warga perumahan Dewata Permai, Desa Sading, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, kepada okezone, Jumat (4/11/2011) malam.  

BMKG menyebut lokasi gempa berada di 9.18 Lintang Selatan dan 115,69 Bujur Timur. Sedangkan pusat gempa berada pada 67 kilometer tenggara Nusa Dua, Bali. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. 

Gempa berkekuatan 5,2 skala richter (SR) mengguncang Nusa Dua, Bali, pada Jumat (4/11/2011) malam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, gempa terjadi sekira pukul 21.59 WIB yang berlokasi di 9.18 LS - 115.69, 67 Km Tenggara Nusa Dua, dengan kedalaman 70 Km.

"Gempa  dirasakan 2-3 detik oleh warga. Gempa ini tidak berpotensi tsunami serta aktivitas warga juga normal," kata Kepala Pusat BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektronik kepada okezone, jumat (4/11/2011) malam. Gempa ini sempat membuat panik pengunjung Hotel Westin, Nusa Dua, Bali. Belum diketahui dampak kerusakan akibat gempa tersebut. Bergetar hingga pulau Bali. Di Bali, kekuatan gempa yang dirasakan termasuk dalam skala II Modified Mercally Intensity (MMI). 

“Getarannya seperti halnya ketika ada truk yang melintas di depan kita. Getaran gempa di Bali lebih keciil dibandingkan sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun demikian, hampir semua masyarakat di Bali merasakannya. Di Denpasar, gempa sempat membuat panik karyawan yang bekerja di gedung bertingkat. Selain merasakan getaran cukup kuat sekira setengah menit, mereka juga melihat sejumlah benda ikut bergoyang seperti lampu, kaca, dan sejumlah peralatan kantor.,” kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMG Wilayah III Denpasar, Endro Tjahjono ketika dihubungi, Rabu (2/9/2009).

“Teman-teman juga berteriak sambil beranjak dari tempat kerja,” ujar Ni Komang Malini, salah satu karyawan swasta di Denpasar saat dikonfirmasi. Gempa cukup kuat terasa di Jakarta. Ribuan karyawan yang berkantor di gedung-gedung tinggi berlarian melalui tangga darurat. Gempa menyebabkan kerusakan di sejumlah perkantoran. 


Gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richter menggoyang Provinsi Gorontalo, pagi iniSelasa, 1 November 2011 08:18 wib. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 08.03 WIB. Titik pusat gempa berada di 0,11 derajat Lintang Selatan dan 123,49 derajat Bujur Timur di kedalaman 114 kilometer. Posisi tersebut berada di 85 kilometer tenggara Gorontalo atau 231 kilometer bara daya Manado, Sulawesi Utara.

Gempa berkekuatan 5,2 skala richter terjadi di Melonguane Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Seperti dilansir laman BMKG, Selasa (1/11/2011), gempa terjadi pukul 03.11 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Titik pusat gempa berada di 3.25 LU-126.42 BT. Pusat gempa berada pada 86 kilometer barat daya Melonguane, 112 kilometer Tahuna, Sulawesi Utara. Hingga kini belum ada laporan akibat dari terjadinya gempa ini. 

Gempa berkekuatan 5 Skala Richter menggoyang Aceh, Minggu (30/10/2011) pukul 09.02 WIB. Hentakan gempa kuat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, sementara di Banda Aceh hanya sebagian orang yang merasakannya. Nurlaili, seorang warga asal Pidie Jaya, kepada okezone menyebutkan, hentakan gempa kuat terasa beberapa detik namun tidak membuat warga panik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam laporannya menyebutkan, pusat gempa berada di 54 kilometer arah Barat Daya kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie. Lokasi gempa berada di titik kordinat 4.94 Lintang Utara, 95.76 Bujur Timur. Gempa berkedalaman 10 Km dinyatakan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Belum ada laporan adanya kerusakan akibat gempa.

Gempa bumi terasa di wilayah Sleman Yogyakarta, Jumat (7/10/2011) sekira pukul 02.54 dini hari. Meski dirasakan hanya beberapa detik, namun membuat warga khawatir sehingga keluar rumah.

"Saat tidur kok uyuk-uyuk (digoyang), suara genting atap rumah juga terdengar, saya bangun kemudian bangunkan istri dan anak untuk keluar rumah. Saya kan tidur dibawah (lantai), jadi kalau ada sesuatu (gempa), pasti terasa. Ini tadi, saya gragapan (ketakutan), langsung mengajak anak istri keluar," ucap Kelik (41) warga Bokoharjo Prambanan Sleman, Jumat (7/10/2011) dini hari. Bapak dua anak itu mengaku trauma dengan adanya gempa. Pasalnya, insiden gempa bumi pada bulan Mei 2006 silam membuatnya teringat kehilangan kerabatnya.

Gempa yang terjadi ini juga sempat membuat beberapa warga yang tengah melakukan ronda malam memukul kentongan. Bunyi kentongan di berbagai pos ronda terdengar pertanda harus waspada.

"Kaget saya mas, lagi ngobrol-ngobrol sambil main kartu domino, kok goyang lantainya. Saya juga nabuh (membunyikan) tadi. Beberapa pos ronda terdengar bunyi memukul kentongan", jelas Manto (38), yang juga tetangga Kelik. Sementara ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan BMG DIY terkait gempa tersebut. Meski belum ada, namun adanya gempa 'kecil' ini sudah menyebar di akun jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Gempa bumi berkekuatan 4 Skala Richter menggoyang Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gempa juga dirasakan di Kota Bandung. Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Kamis (6/10/2011), pukul 07.46 WIB dengan titik pusat di 7,22 derajat Lintang Selatan dan 107,63 Bujur Timur. Posisi tersebut berada di 33 kilometer tenggara Bandung dengan kedalaman 10 kilometer. Menurut BMKG, gempa juga dirasakan sebesar II hingga III MMI di Pangalengan dan Banjaran. Gempa tidak menyebabkan kepanikan warga, baik di Kabupaten maupun Kota Bandung.

“Cuma sebentar gempanya, 5 detik. Warga biasa-biasa saja,” ungkap Elis, warga Pasir Jati, Lembang, saat dikonfirmasi.

Gempa seperti ini sudah terjadi tiga kali di daerah Bandung. Terakhir gempa terjadi pada awal September 2011 lalu di Parongpong, Kabupaten Bandung.

Tasikmalaya diguncang gempa 7,3 skala richter
Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang berpusat di 142 kilometer barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, baru saja terjadi sekitar pukul 14.57 WIB. Getaran di Jakarta terasa hingga 35 detik. Gempa pun dikabarkan berpotensi tsunami. Gempa Bumi terasa sampai karangsambung, hari ini 02 September 2009 sekitar pukul 15:03 WIB. Getarannya lumayan terasa jika berada di dalam gedung atau bangunan, namun tidak begiru terasa jika di luar ruangan. Menurut USGS, lokasi pusat gempa pada posisi 7.837°S, 107.263°E dengan magnitude 7.4 dengan kedalaman sekitar 62,8 Km. Pusat Gempa cukup dekat dengan kota-kota besar di jawa, dari tasikmalaya sekitar 142 km (88 miles) SW (226°); 144 km (89 miles) S (190°) dari Bandung; 156 km (97 miles) SSE (159°) dari Sukabumi dan hanya berjarak 242 km (150 miles) SSE (164°) dari ibukota negara Indonesia, JAKARTA. Hal yang sangat menarik adalah, USGS langsung manampilkan data sekitar 2-4 menit setelah gempa terasa di karangsambung. Kantor Pemkab Tasikmalaya mengalami kerusakan cukup parah, sementara telekomunikasi seluler tak berfungsi.

Gempa tektonik dasyat yang mengguncang Pulau Indonesia, yang berpusat pada Tasikmalaya, bukanlah Gempa yang pertama dan kemungkinan besar itu bukan yang terakhir,karenaWilayah nusantara dikepung oleh lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Sewaktu-waktu lempeng ini akan bergeser patah menimbulkan gempa bumi. Selanjutnya jika terjadi tumbukan antarlempeng tektonik dapat menghasilkan tsunami, seperti yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara. 

Berikut daftar sejumlah bencana gempa bumi dasyat yang terjadi di Indonesia sejak tahun 2004-2009
  • kamis,1 Oktober 2009,gempa dengan kekuatan 7 SR.,Jambi
  • rabu,30 september 2009,gempa dengan kekuatan 7,6 SR, Sumbar.korban ratusan orang (529 Orang dari data 1 oktober 09,pukul 16;40wib)
  • Sabtu, 19 September 2009, gempa dengan kekuatan 6,4 SR ,Bali .tujuh orang mengalami luka-luka akibat gempa
  •  2 September 2009, gempa berkekuatan 7,3 SR terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebanyak 46 tewas dan korban luka lebih dari 100 orang.
  •  13 September 2007, gempa berkekuatan 7,8 SR terjadi di Pulau Sumatera, tak ada korban jiwa dilaporkan, gempa merusak sejumlah bangunan.
  • 12 September 2007, gempa berkekuatan 8,4 SR terjadi di Padang, Sumatera Barat. Sebanyak 25 tewas, dan lebih dari 50 orang luka-luka.
  • 6 Maret 2007, gempa berkekuatan 6,3 SR mengguncang Pulau Sumatera, sebanyak 52 orang tewas dan 250 orang luka-luka. Dua jam kemudian, terjadi gempa susulan berkekuatan 6,1 SR
  • 21 Januari 2007, gempa berkekuatan 7,3 SR mengguncang Sulawesi, empat tewasdan empat orang luka-luka.
  • - 17 Juli 2006, gempa 7,7 SR mengguncang Pengandaran dan pantai di Selatan Pulau Jawa, dan memicu terjadinya tsunami. 600 orang tewas dalam musibah itu.
  •  27 Mei 2006, gempa dengan kekuatan 6,2 SR mengguncang Yogyakarta, lebih dari 3.000 orang tewas dalam musibah tersebut.
  • 28 maret 2005, gempa dengan kekuatan 8,7 SR mengguncang Nias dan Simeulue, 900 orang tewas, ribuan rumah dan jembatan rata dengan tanah.
  • 26 Desember 2004, gempa dasyat dengan kekuatan 9 SR mengguncang Sumatera dan memicu tsunami di beberapa negara, terutama Indonesua. 131. 029 orang tewas, sementara ribuan lainnya hilang. Bencana terparah yang dialami nusantara.
  • 26 November 2004, Gempa 6,4 SR mengguncang Nabire, Papua. 30 orang tewas.
  • 12 November 2004, gempa berkekuatan 6 SR mengguncang Alor. Sebanyak 27 orang tewas, ratusan bangunan rata dengan tanah.
  • 6 Februari 2004, gempa berkekuatan 6,9 SR dan gempa berkekuatan 7,1 SR pada 7 Februari 2004 mengguncang Nabire, 34 tewas.
[vivanews, dikutip oleh answering.wordpress.com]


Tips Menghadapi Gempa Bumi

Bila berada didalam rumah:
• Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah dibawah meja atau tempat tidur.
• Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya.
• Jauhi rak buku, lemari dan jendela kaca.
• Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding dsb.
• Bila berada di luar ruangan:
• Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi, dsb.
• Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
• Jauhi rak-rak dan jendela kaca.

Bila berada di dalam ruangan umum:
• Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang.
• Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari dan jendela kaca dsb.

Bila sedang mengendarai kendaraan:
• Segera hentikan di tempat yang terbuka.
• Jangan berhenti di atas jembatan atau dibawah jembatan layang/jembatan penyeberangan.

Bila sedang berada di pusat perbelanjaan, bioskop, dan lantai dasar mall:
• Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan
• Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam

Bila sedang berada di dalam lift:
• Segera keluar di pintu lift terdekat, saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Lebih baik menggunakan tangga darurat
• Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol
• Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah
• Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia

Bila sedang berada di dalam kereta api:
• Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak
• Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta
• Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan

Bila sedang berada di gunung/pantai:
• Ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman.
• Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
• Beri pertolongan:
• Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempabumi besar. 

Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.

Daerah berwarna merah pada gambar di atas adalah wilayah yang terkena gempa dalam 30 tahun terakhir. Semakin dahsyat gempanya, semakin besar pula warna merahnya. Di Indonesia, hanya Pulau Kalimantan yang relatif aman dari ancaman gempa. Adapun di Jepang, daerah selatan cenderung lebih aman daripada daerah utara.

Dari grafik dapat kita amati bahwa gempa dengan magnitude di atas 7 Skala Richter di Indonesia baru terjadi setelah tahun 2004. Walaupun Indonesia terletak pada daerah rawan gempa, kejadian gempa-gempa besar memang baru terasa beberapa tahun ini.
Jepang sebagai negara yang sering diberitakan terkena gempa dan terkenal dengan bangunannya yang tahan gempa, ternyata dalam 30 tahun terakhir belum pernah mendapatkan gempa di atas 7.0 Skala Richter. Selain itu, intensitas kejadian gempa di Indonesia juga jauh lebih tinggi, alias gempa di Indonesia lebih sering daripada di Jepang.

Catatan detil gempa di Indonesia diurutkan berdasarkan magnitude-nya dapat dilihat di bawah ini.


Gempa 8,9 SR di Indonesia dapat dipandang sebagai titik puncak gempa di  Indonesia, tapi bisa saja merupakan anak tangga menuju gempa yang lebih besar lagi. Yang patut kita perhatikan juga, dalam 10 bulan di tahun 2009 saja, telah terjadi 5 gempa dengan kekuatan 7 Skala Richter ke atas di Indonesia, sementara di Jepang belum 1 kalipun. Persiapkan diri kita, karena tempaknya cobaan masih akan terus datang, di tanah air kita, Indonesia.
[Sumber data dan alat bantu analisis: www.wolframalpha.com]

Related articles
Enhanced by Zemanta
Share this article :
 

Poskan Komentar

Saran-Kritik-Komentar Anda sangat bermanfaat.
Terima Kasih Telah Bergabung.

Info Terkait

Pengikut

 
Creating Website : Johny Template - Mas Template
Copyright © 2011. KULIAH via BLOG - All Rights Reserved
Template Created n Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger