Selamat Datang

di

KULIAH metode"C.H.A.T"

CEPAT_HEMAT_AKRAB_TERPADU

Membanggakan Kesuksesan orang lain, jauh lebih buruk daripada menyesali Kegagalan sendiri. Jadilah pribadi yang mandiri, tinggalkan Kegagalan, kejarlah Sukses dengan belajar.

Your good deeds are not the reason of others to respect you. Mistakes of others is not also a reason for you to punish him

[by : Parel]

Teori Pengetahuan “Plato”

Plato adalah filsuf yang berasal dari Yunani. Ia dikenal dengan filsuf yang kedua setelah Socrates. Plato adalah murid kesayangan dari Socrates sehingga kebanyakan dari karya-karyanya adalah Socrates sebagai peserta utama dan inspirasi bagi Plato. Plato adalah pendiri sebuah institusi pendidikan tinggi pertama di dunia Barat yang terletak di Athena yang diberi nama Akademi.

Plato dalam karyanya banyak menggunakan dialog dan dalam menjelaskan teori ia terkenal dengan menggunakan perumpamaan. Salah satu perumpamaan yang paling terkenal adalah dimana ia menjelaskan teori tentang pengetahuannya melalui perumpamaan tentang orang di gua. Perumpamaan di gua terdapat dalam buku karya Plato yang berjudul “Republik” dalam bahasa Yunani adalah “Politeia” yang berarti “negeri”. Buku yang berjudul Republik ini adalah karya Plato yang paling terkenal. Perumpamaan tentang orang di gua lebih tepatnya terdapat pada Buku VII ayat 514a-520a. Perumpamaan ini menjadi pemikiran dasar dari filsafat Plato yang tak lepas dari Socrates.

Dalam perumpaan ini diceritakan terdapat sebuah gua, di dalam gua itu terdapat beberapa tahanan yang diikat dan mereka menghadap ke belakang dinding gua. Dikatakan bahwa mereka telah ada dan berada dalam gua itu seumur hidup mereka. Mereka tidak bisa bergerak dan mereka tidak bisa melihat kemana-mana, mereka hanya bisa melihat ke depan saja. Namun mereka dapat melihat bayangan-bayangan yang ada di belakang dinding gua. Mereka dapat melihatnya karena terdapat sebuah api yang berkobar di depan, di lubang masuk gua. Mereka dapat melihat bayangan orang yang berjalan berlalu lalang di luar gua dengan melihat bayangan yang dipantulkan oleh api ke dinding gua. Mereka juga dapat mendengar suara-suara yang menggema di dalam gua.

Suatu hari salah satu tahanan dilepaskan dan dipaksa untuk keluar melihat sumber dari bayangan yang mereka lihat. Pada awalnya cahaya api yang tidak biasa dilihatnya membuat matanya silau sehingga tawanan ini lebih suka melihat bayangannya saja. Namun dengan berjalannya waktu tawanan ini mulai terbiasa dengan cahaya api. Akhirnya tawanan ini keluar dan melihat matahari yang disimbolkan sebagai kebenaran. Kemudian tawanan ini kembali untuk membebaskan teman-temannya namun teman-temannya justru membunuh tawanan ini daripada mengucapkan terima kasih karena mereka menganggap tawanan ini telah merusak ilusi mereka.

Perumpamaan tentang gua ini sangat erat hubungannya dengan Teori Formulir Plato. Teori Formulir Plato ini membahas mengenai ide, menurut Plato, ide tidak diciptakan dan bergantung pada pemikiran manusia. Melainkan pikiran manusialah yang bergantung pada ide. Plato menjelaskan bahwa ide berdiri sendiri di luar pemikiran manusia. Plato juga menyatakan bahwa jika ide-ide tersebut terhubung dan mencapai puncaknya yang paling tinggi maka Plato menyebutnya dengan ide yang indah yaitu ide yang melampaui segala ide yang ada.

Plato membagi dua dunia menjadi dua jenis yaitu Dunia Ide dan Dunia Indrawi. Dunia Ide adalah dunia yang terbuka terhadap ratio kita, oleh karena itu Plato menyatakan dalam dunia ini tidak ada perubahan karena semua ide bersifat abadi dan dan dapat diubah. Sedangkan Dunia Indrawi adalah dunia dimana mencakup benda-benda secara fisik, jasmani, nyata dan konkret. Benda-benda yang dimaksud adalah benda-benda yang dapat kita rasakan dan kira ketahui dengan menggunakan kelima alat indera yang dimiliki manusia. Menurut Plato, dunia indrawi adalah layaknya sebuah refleksi atau bayangan-bayangan dari dunia ideal. Itu semua dikarenakan dunia indrawi dapat berubah dan karena semua yang ada dalam dunia jasmani adalah fana, dapat rusak, dapat mati dan dapat hilang.

Plato juga membagi dua hal yang sangat kontras dan hal ini masih berhubungan dengan teori di atas. Plato membagi dua hal yaitu bentuk dan materi. Menurut Plato ide termasuk dalam bentuk menurutnya materi hanyalah bayangan dari bentuk itu sendiri. Dimana indrawi juga adalah materi yang dapat berubah.

Plato mengatakan bahwa pengetahuan dapat dicapai dengan melihat dua karakteristik sebagai berikut.
Pertama,  pengetahuan harus pasti, mutlak dan sempurna.
Kedua, pengetahuan harus mempunyai dan sebagai objek yang harus benar-benar nyata tidak hanya contras pada wujudnya saja, karena dunia ideal dan nyata bertentangan dengan dunia jasmani dan fisik.

Namun konsekuensi dari pandangan Plato yang menolak empirisme bahwa pernyataan mengenai pengetahuan didapatkan dari pengalaman yang masuk akal. Dimana objek dari pengalaman yang masuk akal itu sendiri dapat berubah dan tidak sesuai untuk menjadi objek dari pengetahuan yang seharusnya tidak berubah.

Plato membedakan dua tingkat kesadaran yaitu pengetahuan dan pendirian. Sehingga dunia dari bentuklah yang dapat menjadi objek yang tepat akan pengetahuan. Karena Tuhan menciptakan bentuk itu sendiri dan dari bentuk ataupun wujud muncul materi. Jika materi telah dikuasai maka wujud dapat muncul. Prinsip Plato adalah materi itu tidak sempurna, materi harus ditegakkan. Karena dalam dunia materi kekacauan adalah alami. Plato juga mengusulkan bahwa pengetahuan adalah keyakinan yang benar jika beserta nilai.

Jadi dapat disimpulkan Teori Pengetahuan Plato mengungkapkan tiga pendekatan yaitu dua diantaranya telah di bahas pada bagian sebelumnya. Tiga pendekatan itu adalah Alegori atau perumpaan tentang gua, metafora tentang garis terbagi dan doktrin The Formulir atau Teori Ide. Setiap teori-teori saling berhubungan, sehinggga tidak bisa satu tanpa yang lainnya.

Teori pengetahuan Plato juga ditunjukkan dalam The Meno. Plato mengatakan bahwa sebenarnya kita itu tidak sedang belajar, melainkan bahwa belajar adalah proses pengigat ataupun proses dimana kita disadarkan dan diingatkan kembali apa yang telah lupa. Maka dari itu Plato mengatakan bahwa kita sebenarnya telah mempelajari segala sesuatu dalam kehidupan sebelumnya, sebelum kita benar-benar telah menjadi orang. Artinta, kita telah mempunyai semua pengetahuan kita. Teori ini dapat disebut sebagai Teori Kenangan. Jika Plato menyimpulkan teori ini berarti mungkin saja bahwa Plato percaya akan namanya “Reinkarnasi”.

Karena Plato adalah murid Sokrates sehingga pengaruh Sokrates dalam teori pengetahuan Plato juga sangat terperngaruh. Dalam arti Sokrates, pengetahuan adalah universal (berlaku untuk semua) dan itu tergantung pada konsep-konsep. Dan, jika kita lebih mengeksplorasi, konsep tergantung pada alasan. Pengetahuan adalah pemahaman yang lengkap dalam dirinya sendiri. Plato juga tidak berbeda dari titik Socrates bahwa "Pengetahuan adalah konsep," universal dan sama-sama benar untuk semua. Semua teori-teorinya itulah yang mengagumkan dan lain dari pemikiran-pemikiran  menyebabkan Plato disebut sebagai “Filsuf Kedua”. Kemudian setelah Plato meninggal teori plato akan dibawa oleh murid Plato sendiri yang bernama Aristoteles.(by Celine Steven Nagara)

SUMBER : 
wikipedia.org
Share this article :
 

Poskan Komentar

Saran-Kritik-Komentar Anda sangat bermanfaat.
Terima Kasih Telah Bergabung.

Info Terkait

Pengikut

 
Creating Website : Johny Template - Mas Template
Copyright © 2011. KULIAH via BLOG - All Rights Reserved
Template Created n Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger